JAKARTA- Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika Parni Hadi turut berduka mendalam atas wafatnya kiyai kharismatik yang juga sahabatnya Gus Sholah. "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Keluarga Besar Dompet Dhuafa berduka. Selamat Jalan Gus Sholah doa kami dan para dhuafa, semoga husnul khotimah dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang serta Dewan Pembina KH. Salahuddin []
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. HomeParni Hadi Creative Ideas Don’t Retire 14 October 2022, 1905 JAKARTA – Pani Hadi, a journalist born on August 13, 1948, started his career in 1973 for the ANTARA news agency. He co-founded and headed the European regional representative LKBN ANTARA Indonesian News Agency 1980-1986 in Hamburg, West Germany. He was the President Director/Editor, Chairman of ANTARA 1998-2000, and Managing Director of LPP RRI 2005-2010. He also won the 1999 Mahapatra Utama as a national press figure. He is still actively writing in several newspapers and online media. As a form of Dakwah Bil Hal, he initiated Dompet Dhuafa in 1993 as a poverty alleviation program. This time, Parni Hadi expressed his ideas about creative ideas that don’t have the word retire. From The Idea Garage Garasi Ide, a podcast created by Parni Hadi, he said, “In this garage, all ideas are accommodated. According to the purpose, various ideas are selected, sorted, processed into something that, Inshaa Allah, is beneficial to others”. According to Parni Hadi, creative work will not stop and continue to exist. Creative ideas and creative work do not know the word “retire.” Continually growing and scattered everywhere to produce superior products from creative work. “Creative work is relentless. Always looking for more attractive, innovative, competitive, productive and solutive alternatives,” said Parni Hadi. He again explained that each of those works would continue to exist, not knowing the time and circumstances. Ideas can also become numerous and develop. It even spread everywhere. “Creative work knows no end words. Ideas grow and will continue to grow. Ideas keep on rolling and flowing toward refinement. However, perfection belongs only to God,” concluded Parni. Dompet Dhuafa/Muhaitsam
– Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa yaitu Parni Hadi mengatakan, kemiskinan mampu menyebabkan bencana, khususnya di wilayah perkotaan. "Kemiskinan itu penyebab bencana karena itu saya rumuskan trilogi program baru Dompet Dhuafa hari ini. Pertama adalah bangun desa supaya orang tidak terdorong jadi buruh murah di kota,” kata Parni, dikutip dari keterangan persnya, Minggu 3/7/2022.Hal itu disampaikan Parni dalam gelaran Milad ke-29 Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu 2/7/2022. Kedua, lanjutnya, adalah menanggulangi kemiskinan perkotaan karena kemiskinan berpindah ke perkotaan. Ketiga adalah siaga hadapi bencana perkotaan atau urban disaster management UDM. “Opsinya adalah bisa dengan membangun desa wisata. Desa kita bangun, kemiskinan kita tanggulangi dan kurangi, kemudian siaga bencana perkotaan," jelasnya. Baca juga Jakarta Hajatan ke-495, Dompet Dhuafa Gelar Panen Raya Kebun Sehat di Kebayoran Lama Rumusan yang dikemas apik melalui sebuah trilogi itu pun mudah dipahami seluruh pendengar yang hadir dalam kesempatan tersebut. Terkait hal tersebut, Dompet Dhuafa akan melangsungkan penandatanganan kerja sama dengan Badan Nasional Penanganan Bencana BNPB dalam upaya penanganan bencana di perkotaan. Kerja sama tersebut merupakan komitmen Dompet Dhuafa yang tidak ingin terlarut dalam euforia dan tetap ingin memberikan manfaat setiap saat. Lebih lanjut, Parni juga mengajak seluruh insan Dompet Dhuafa terus mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pihaknya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini. “Marilah kita semua senantiasa merenungi ungkapan. Dalam Bahasa ibu, saya diajarkan untuk matur nuwun atau berterima kasih melalui ungkapan Alhamdulillah,” ujarnya. Baca juga Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara Untuk yang kedua, lanjutnya, adalah memohon ampun dengan Astaghfirullah. Ketiga adalah memohon tuntunan dengan la haula wa la quwwata illa billah. “Mengapa? Karena kita telah diberi ridho dari Allah sehingga Dompet Dhuafa telah tumbuh selama 29 tahun. Namun, Dompet Dhuafa masih banyak kekurangannya. Terakhir, Dompet Dhuafa minta kekuatan kepada Allah SWT. Saya harap ini jadi pedoman kita," sambungnya. PJS Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmad Riyadi mengatakan, Dompet Dhuafa terlahir dari cinta. Oleh karenanya, tidak salah jika lembaga filantropi Islam ini memiliki buletin bernama Swara Cinta. Setelah menerbitkan bulletin, Dompet Dhuafa menemukan jati diri sebagai lembaga zakat dengan berkonsultasi dulu dengan para ulama. "Waktu awal-awal pencetusannya, rekan-rekan pencetus menanyakan kepada para alim ulama terkait legitimasi zakat dikelola swasta. Dari berbagai upaya dari rekan-rekan, maka usaha ini bisa terwujud. Bahkan, Dompet Dhuafa menjadi yang menginisiasi undang-undang zakat,” katanya. Baca juga Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban Senada dengan Parni, Rahmad juga mengajak seluruh insan Dompet Dhuafa untuk terus mengevaluasi diri dengan bermuhasabah dan meningkatkan layanan kepada para penerima manfaat. Dia juga berpesan kepada jajaran Dompet Dhuafa untuk selalu menjaga niat hati yang lurus dalam mengabdikan diri membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dalam kesempatan 29 tahun Dompet Dhuafa ini, yang perlu kita lakukan adalah muhasabah. Yang pertama tentu bagi eksponen yang ada di Dompet Dhuafa adalah ini bentuk kecintaan terhadap kaum lemah dhuafa. Ini yang harus menjadi titik tolak para amil saat bekerja di Dompet Dhuafa,” katanya. Hal kedua, lanjut Rahmat, Dompet Dhuafa sejatinya bukan hanya lembaga zakat, melainkan juga lembaga yang menerapkan ukhuwah basyariyah, yaitu kemanusiaan. “Hal yang ketiga adalah kita sebagai amil tentu kita perlu mawas diri, mencoba meluruskan niat kita, dan pada kesempatan kali ini disampaikan juga bahwa hasil audit kinerja dan keuangan Dompet Dhuafa kembali dianugerahi WTP Wajar Tanpa Pengecualian," tuturnya. Baca juga Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut Semangat mengabdi Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Milad Dompet Dhuafa Dian Mulyadi mengatakan, peringatan Milad ke-29 merupakan perayaan bagi Dompet Dhuafa dalam menebar kebaikan. “Mohon doa dari bapak ibu sekalian yang hadir pada hari ini, mudah-mudahan seluruh rangkaian milad kali ini berjalan lancar dan penuh khidmat,” katanya. Dia juga mengapresiasi dukungan dan kolaborasi semua pihak dalam menyemarakkan dan menyukseskan Milad ke-29 Dompet Dhuafa. Sebagai informasi, Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa juga dimeriahkan dengan pertunjukkan vertical rescue dari Tim Srikandi Disaster Management Center DMC Dompet Dhuafa yang membawa baliho berukuran raksasa bergambarkan logo Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa dari atas Gedung Philanthropy. Selain itu, dilakukan pula prosesi potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai keberhasilan capaian Dompet Dhuafa selama ini. Baca juga Meriahkan HUT Ke-495 Kota Jakarta, DMC Dompet Dhuafa Kampanyekan Tanggap Darurat di Daerah Perkotaan Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa yaitu Parni Hadi yang disaksikan langsung seluruh jajaran manajemen dan pengurus Dompet Dhuafa. Kemeriahan Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa masih akan berlanjut dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik di dalamnya. Setelah acara milad di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, digelar pula Fun Walk di Car Free Day CFD Jakarta, pada Minggu 3 Juli 2022. Selanjutnya, rangkaian tersebut akan ditutup dengan syukuran oleh seluruh insan Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy pada Senin 4 Juli 2022. Acara pada hari ini turut diisi dengan pembacaan puisi renungan karya Parni Hadi. Puisi ini menjelaskan bagaimana trilogi kemiskinan dan bencana yang telah dijelaskan dalam sambutan puisi ini harus menjadi renungan bagi seluruh insan Dompet Dhuafa dan masyarakat Indonesia. Baca juga Lewat Kurbanaval 2022, Dompet Dhuafa Tebar Hewan Kurban ke Pelosok Indonesia Berikut puisi Karya Parni Hadi yang berjudul Orang Miskin Pindah Tempat. Orang Miskin Pindah Tempat Orang miskin pindah tempat, dari desa ke kota dan pinggirannya. Wajah kemiskinan tetap melekat, sedikit beda cuma gaya penampilannya. Dari orang desa menjadi orang kota, gaya bicara dan pakaian coba beda, tapi kebiasaan lama tetap seperti biasa. Ini gegara urbanisasi. Desa tidak menarik lagi, terutama bagi kawula muda untuk mengais rejeki. Berbondong mereka pindah ke kota dengan bekal kemampuan seadanya. Jadi buruh ongkos murah. Kota jadi penuh tumpah ruah. Orang, di mana-mana orang! Di jalan-jalan, gang-gang dan rumah-rumah sempit yang dikontrak. Mereka kawin mawin dan beranak pinak. Macet dan kumuh di mana-mana. Bencana perkotaan mengintai, gegara over populasi orang miskin. Desa harus dibangun, dibuat menarik agar mengundang rejeki. Desa wisata jadi opsi. Ini bisa kurangi arus urbanisasi. Kemiskinan perkotaan perlu ditanggulangi sambil bersiap hadapi bencana akibat kemiskinan. Urban Disaster Management UDM jadi sebuah pilihan Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Jakarta ANTARA - Inisiator sekaligus Ketua Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi mengatakan untuk memberantas kemiskinan di tengah masyarakat dapat dimulai dari proses pembangunan suatu bangsa. "Pak Soeharto dengan orde barunya memulai pemberantasan kemiskinan dengan serius, tapi sampai sekarang kenapa tidak habis-habis," kata dia pada kegiatan Indonesia Poverty Outlook 2020 di Wisma ANTARA Jakarta, Senin. Pemerintah telah berusaha keras meyakinkan bahwa pembangunan bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Tanah Air. Pada saat masih aktif sebagai wartawan, ia melihat proses kemiskinan dimulai dari pro pertumbuhan kemudian pro lapangan pekerjaan. Baca juga Dompet Dhuafa gandeng warga desa kembangkan budi daya jamur "Setelah itu, masuk pada tahapan peduli lingkungan atau pro environment, namun tetap saja banyak orang miskin," kata mantan pemimpin umum LKBN Antara tersebut. Semua tahapan tersebut dinilainya merupakan upaya positif dalam menekan angka kemiskinan. Hanya saja, dikacaukan dengan segala macam bentuk proyek yang menyebabkan masalah sosial tadi tidak kunjung tuntas. Ia mencontohkan bantuan atau jatah satu ekor kambing dari pemerintah pusat bagi masyarakat yang awalnya senilai Rp1 juta. Kemudian, diteruskan ke tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan dan kelurahan. Namun pada saat disalurkan ke warga, bantuan itu hanya Rp150 ribu. "Ada pola pikir yang salah," ujar dia. Sementara itu, Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Yayat Supriatna mengatakan kegiatan Indonesia Poverty Outlook 2020 sekaligus menjadi forum penyampaian laporan hasil riset Dompet Dhuafa yang dalam hal tersebut dilakukan oleh Indonesia Development and Islamic Studies IDEAS. "Ini juga sebagai salah satu akuntabilitas publik Dompet Dhuafa dalam upaya membantu masyarakat miskin terbebas dari kemiskinan," kata dia. Melalui kegiatan tersebut, Dompet Dhuafa akan mendapatkan input baru tentang data serta informasi tata kelola kemiskinan di Indonesia. Hal itu penting sebagai upaya untuk membuat kebijakan dan rekomendasi program di 2020. Ia mengatakan menurut para pakar pada 2020, kondisi ekonomi Indonesia masih akan dilanda resesi. Situasi tersebut secara signifikan akan membawa dampak kurang baik bagi kaum dhuafa. "Melalui kegiatan Dompet Dhuafa akan dicari solusi terkait upaya membantu masyarakat yang terdampak akibat situasi itu," katanya. Baca juga Dompet Dhuafa miliki rumah relawan sosial Baca juga Dompet Dhuafa gandeng Tebuireng bangun rumah sehatPewarta Muhammad ZulfikarEditor Triono Subagyo COPYRIGHT © ANTARA 2019
There is no recent news or activity for this profile. Find More Contacts for Dompet DhuafaProtected ContentHead of HR Director Human Resources 1 email found View contacts for Dompet Dhuafa to access new leads and connect with decision-makers. View All Contacts Company Type Non-profitContact Email layandonatur Number +62217416040Dompet Dhuafa Replubika is an Indonesian non-profit organization, established to raise the social dignity of the poor through ZISWAF Zakat, Infaq, Almsgiving, Waqf, and other clean legal funds. It was all started from the empathy of a group of journalist who had a frequent interaction with the poor and also the rich at the same time. By thatsituation they initiated to manage an alliance with anybody who are concern about poverty. The four journalists; Parni Hadi, Haidar Bagir, S. Sinansari Ecip, and Eri Sudewo, go together as the board founders of Dompet Dhuafa Republika Independent is Dompet Dhuafa's headquarters? Dompet Dhuafa is located in Banten, Jawa Barat, are Dompet Dhuafa's competitors? Alternatives and possible competitors to Dompet Dhuafa may include JOIN, Motown museum, and Government Of Quebec.
BerandaKonser Amal Cukup Dari Rumah, Parni Hadi Bangga Dengan Gerakan Kemanusiaan 2 Mei 2020, 2242 SIARAN PERS, JAKARTA — Memasuki akhir pekan kedua di Bulan Suci, Dompet Dhuafa kembali menggelar konser amal CukupDariRumah bersama Dwiki Dharmawan & Friends, pada Sabtu 2/5/2020. Selain bersama sang istri, Ita Purnamasari, Dwiki Dharmawan juga mengajak Cakra Khan dan Trio Pria, untuk menghibur masyarakat melalui konser online live tersebut. Sejumlah lagu terlantun merdu di konser tersebut. Bahkan juga ada kejuatan kolaborasi dengan musisi-musisi yang ada di luar negeri untuk membawakan lagu Bubui Bulan dalam versi Bahasa Italia. Tak ketinggalan, dalam konser tersebut juga ada talkshow ringan mengenai pandemik Corona Covid-19 dan Dompet Dhuafa yang konsen dalam cegah dan tangkal Cekal Corona. Talkshow kali ini turut hadir Parni Hadi, selaku inisiator dan ketua pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Dengan semangat Cekal Corona, Parni Hadi mengucapkan terima kasih kepada para musisi dan masyarakat Indonesia yang terus peduli dan ikut dalam kolaborasi kebaikan bersama Dompet Dhuafa. "Saya bangga dengan kalian semua. Telah mendedikasikan diri untuk bersama-sama melawan Corona di Indonesia. Kita tetap kreatif dan tambah mandiri meskipun di tengah serangan Corona," tutur Parni Hadi, dengan semangat. Sejak awal kasus luar biasa tersebut bergulir di negeri ini, Dompet Dhuafa terus menginisiasi beragam program Cekal Corona. Mulai dari penyemprotan disinfektan, pemasangan disinfection chamber di faskes, pengiriman alat pelindung diri APD ke sejumlah rumah sakit, distribusi sembako untuk masyarakat pra sejahtera yang terdampak hingga mengirimkan paket makanan bergizi dan vitamin untuk sahur tenaga medis. "Selain APD dan bantuan yang bergulir kali ini, perlu adanya guliran bantuan, serta kita harus siap menghadapi masa pasca Corona. Langkahnya dapat kita tempuh dengan berkebun. Mari kita berkebun, untuk melawan dan menghadapi itu," tambah Parni Hadi. Dwiki Dharmawan, selaku penggagas konser tersebut menyambut baik dan menjadi penyemangat dirinya dan musisi lain untuk terus menebar kebaikan. Komposer terkenal tersebut juga mengajak para musisi untuk terus menjadikan dirinya bermanfaat bagi masyarakat. "Seperti pesan ayahanda Parni Hadi. Saya ajak kawan-kawan musisi di sini, untuk bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga kita mampu menjadi pendorong kebaikan bagi umat manusia. Sehingga semakin banyak yang merasakan mafaat dan berkahnya," ucap Dwiki. Di akhir talkshow, Parni Hadi menyuntikkan semangat kepada para pelaku konser amal tersebut, "Go a head, jalan terus, utnuk langkah kita demi kemanusiaan. Insyaa Allah Tuhan bersama kita semua". Donasi yang terkumpul dari konser tersebut akan diperuntukkan dalam pembangunan rumah sakit kontainer Dompet Dhuafa dalam menangani wabah Corona. Menjelang konser berakhir, tercatat donasi yang masuk sekitar juta. Meskipun konser akan berakhir, namun Dompet Dhuafa terus membuka pintu donasi untuk menampung semangat kolaborasi kebaikan masyarakat dalam mendonasikan rezeki untuk Cekal Corona, khususnya pembangunan RS kontainer. Dompet Dhuafa/Taufan YN
parni hadi dompet dhuafa