Adapunmaksud dan tujuan dilaksanakannya partisipasi dalam kegiatan Pekan Budaya dan Pariwisata Tahun 2018 oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kediri ini adalah : Mempromosikan inovasi pelayanan publik bidang perizinan pada DPMPTSP Kabupaten Kediri.
KabupatenKediri. instansi potensi wisata . kuliner hiburan alam seni budaya religi budaya. produk unggulan perikanan pertanian perkebunan air. layanan perizinan kependudukan. berita Pondok Ramadhan, Ubah Ibadah Menjadi Kebiasaan dan Kebutuhan Bukan Kewajiban Peringati Hari Kartini, GOW Beri Santunan Perempuan Kepala Keluarga di Bumi
Kediri(beritajatim.com) - Usai membuka acara Pekan Budaya dan Pariwisata 2019 yang ditandai dengan pemberangkatan Parade Budaya dan mobil hias, Bupati Kediri dr. Haryanti Sutrisno mengunjungi stand pameran di Kawasan Simpang Lima. Karena waktu sudah mulai petang, hanya stand dari desa wisata dan perikanan yang mendapat kunjungan dari bupati.
PekanBudaya dan Pariwisata Kab. Kediri Tahun 2018 Mulai 8 Juli s/d 14 Juli 2018 di Simpang Lima Gumul Kediri
AmestutiBudaya Leluhur, Angesthi Kediri Misuwur menjadi tema dalam penyelenggaraan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018, diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, dipusatkan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), berlangsung mulai tanggal 8 hingga 14 Juli 2018. (Foto: A Rudy Hertanto) Selain menyuguhkan berbagai pergelaran
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng.
Jakarta - Kabupaten Kediri siap menggaet lebih banyak wisatawan di tahun ini. Salah satunya lewat Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019. Event ini terdiri dari Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias. Ada juga galeri pameran potensi Kediri hingga pagelaran seni dan kreativitas. Selain lokal, ada juga peserta dari 6 daerah di Indonesia. Pekan Budaya dan Pariwisata akan digelar 7-13 Juli 2019. "Pergerakan wisatawan harus dioptimalkan. Apalagi, momentumnya masih libur sekolah. Untuk itu, kami gulirkan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019. Nantinya akan ada banyak aktivitas pariwisata di sini," ungkap Kadis Pariwisata Kabupaten Kediri Suwignyo, dalam keterangan tertulis, Minggu 2/6/2019. Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 adalah perhelatan ke-15 dengan mengusung konsep 'Panji Balik Kampung'. Cerita ini sebelumnya dipilih UNESCO sebagai Memory of the World MoW. Untuk temanya selaras 'Nyawiji Hayengkuyung Kadiri, Hanggayung Mukti'. Artinya, menyatukan hati, jiwa, cipta, rasa, dan karsa sebagai elemen penggapai cita-cita."Semua aktivitas akan dikemas menarik. Konten eventnya sangat lengkap. Ada beragam potensi besar yang dimiliki akan ditampilkan. Untuk itu, silakan datang ke Kediri. Mari nikmati beragam kemeriahan pesta budayanya. Bagaimanapun, kediri adalah destinsi wisata yang luar biasa," terang Suwignyo. Suwignyo menjelaskan, rangkaian kegiatan ini akan diawali Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias. Kemeriahan ini bisa dinikmati pada Minggu 7/7 pukul WIB. Garis start dimulai dari Halaman Kantor Pemkab Kediri. Lokasi finishnya berada di Kawasan Simpang Lima Gumul. Kegiatan ini akan dimeriahkan juga Marching Band dari Akademi Perkeretaapian Indonesia API Madiun. "Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri adalah event yang sangat menarik. Kontennya sangat beragam dan disajikan secara padat. Kami merekomendasikan pekan budaya ini menjadi destinasi yang ideal untuk mengisi waktu libur," jelas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung. Selain parade, digelar juga Pameran Kepariwisataan, Kebudayaan, dan UMKM. Pesertanya ada 6 elemen, seperti instansi pemerintah. Ada juga BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta. Bergabung juga Industri dan jasa Pariwisata hotel, restoran, TA/TO, daya tarik wisata, wahana rekreasi. Komposisi lengkap dihadirkan juga UMKM, lembaga keuangan/perbankan, hingga asosiasi pariwisata, seniman, juga budayawan. Pameran Kepariwisataan, Kebudayaan, dan UMKM akan menampilkan sedikitnya 228 stand. Nantinya pameran terbagi dalam 6 zona. Ada Desa Wisata dan Industri Kreatif Kepariwisataan. Zona ini menampilkan 20 stand yang berisi seluruh pelaku industri pariwisata Kediri. Zona lain, Pembangunan dan Investasi Kepariwisataan yang ditopang 48 stand. Pengisinya instansi pemerintah juga perbankan. Akan dibangun juga zona Kampung Panji dan Rumah Peradaban. Zona ini berisi seluruh hasil karya seni kriya hingga fotografi. Ada juga zona Usaha Mikro dan Perdagangan dengan 60 stan. Area lainnya berupa Swasta dan Permainan Anak dengan 100 stand, lalu Kediri Street Food Festival menjadi zona ke-6 pameran. "Semuanya sudah tertata dengan baik. Hal ini tentunya akan memudahkan wisatawan dalam mencari konten atau kerajinan tangan yang diinginkan. Kami optimistis, event ini akan dibanjiri oleh wisatawan. Dengan melibatkan seluruh stakeholder, pariwisata di Kediri akan semakin solid," kata Adella lagi. Daya tarik event memang dikuatkan dengan Pagelaran Kesenian dan Pentas Kreativitas. Ada 8 aktivitas budaya yang akan ditampilkan. Pagelaran Kesenian menyajikan Drama Tari Panji Asmarantaka, Ludruk, Ketoprak, Jaranan, dan Lomba Menyanyi Campur Sari. Pentas Kreativitas ada Festival Band, Storytelling Cerita Panji, Paduan Suara Pelajar, dan Pemilihan Putra Putri Batik 2019. "Ada banyak warna budaya yang ditampilkan. Nuansa tradisional dan modern disandingkan sehingga saling menguatkan. Dengan treatment seperti ini, beragam tradisi dan budaya akan lestari. Sikap empati besar akan diberikan para milenial karena mereka juga diberikan space lebar berkreasi," papar Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan. Menyelaraskan tema, Ruwatan Panji dilakukan Selasa 9/7 pukul WIB. Lokasinya berada di Candi Tegowangi, Plemahan, Kediri. Lalu, Kediri Street Food Festival ditampilkan 7-13 Juli mulai pukul WIB. Lokasi di Parea Pameran Pekan Budaya dan Pariwisata. Berbagai space, ada Tampilan Duta Panji 6 daerah, yaitu Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Mengeksplorasi Panji, seminar Panji Nusantara digelar Kamis 11/7 pukul WIB. Lokasinya berada di Convention Hall Kawasan Simpang Lima Gumul Kediri. Lalu, Panggung Budaya Panji dibuka 7-13 Juli 2019 di Stage 3 area pameran budaya. Rangkaian event pun ditutup Tari Kolosal Barong Sewu, yang akan digelar di Kawasan Simpang Lima Gumul, Sabtu 13/7. "Kediri menjadi destinasi wisata yang istimewa. Melalui cerita Panji, mereka bisa mengeksplorasi semua potensinya hingga menjadi komoditi wisata menarik. Kemasannya bagus. Bagi wisatawan, segera atur perjalanan menuju Kediri. Lalu, temukanlah beragam experience budaya terbaik di sana," tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. prf/ega
Lifestyle Travel Sabtu, 10 Juni 2023 - 0853 WIB JAKARTA – Upaya mendorong roda ekonomi dan menjaga kelestarian alam tidak bisa dilakukan dengan praktek bisnis konvensional. Akselerasi pertumbuhan ekonomi setelah perlambatan akibat Covid-19 dan bencana alam di Kabupaten Sigi, dan Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai Kabupaten Sigi sadar betul bahwa untuk dapat mencapai semua target ini, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendirian. Maka, Festival Lestari 5 diselenggarakan sebagai upaya kolaborasi multipihak dalam rangka membangun pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah. Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta mengatakan, “Festival ini sebagai sebuah perayaan bersama untuk mengenal lebih dalam potensi alam, budaya dan masyarakat Sulawesi mencerminkan harapan bagi Kabupaten Sigi dan kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tengah Tengah sekaligus ajang tukar belajar inovasi pembangunan dan bisnis berbasis alam antara kabupaten anggota LTKL dan para jejaring mitra yang sejalan dengan prinsip pembangunan hijau,’ kata Irwan dalam Konferensi Pers bersama media massa di Jakarta, beberapa waktu lalu. Konferensi Irwan menambahkan, dengan memperkenalkan kekayaan potensi alam, dan budaya ini, Festival Lestari dapat membuka peluang terciptanya investasi lestari yang mengedepankan aspek perlindungan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, roda ekonomi dapat berputar dan memastikan alam tetap Lestari adalah agenda tahunan yang digelar oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari LTKL, kaukus pembangunan lestari di bawah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia APKASI. Kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan ini dan mengusung tema Tumbuh Lebih Baik’, agar dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan ini. Festival dapat menjadi salah satu strategi yang efektif sekaligus nyawa yang dapat menghidupkan ekosistem pariwisata, ekonomi kreatif dan industri kecil menengah di Kabupaten Sigi. Lewat festival ini, kolaborasi multipihak tercipta dan memperkenalkan kearifan lokal, budaya, potensi alam, hingga komoditas lokal yang dapat menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Halaman Selanjutnya Festival Lestari menjadi momentum yang tepat untuk saling berbagi pengalaman, pembelajaran, dan praktik terbaik dalam implementasi pembangunan lestari. Kolaborasi dan pertukaran pengetahuan ini juga dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan di tingkat kabupaten dengan terciptanya simbiosis mutualisme antara pemerintah dan masyarakat, saling menghidupkan perekonomian masyarakat.
Berita TerkaitBersama Wujudkan Desa Ramah AnakBerita Populer Wisata Religi, Ziarah ke Makam Gus Miek Beroperasinya Bandara, Mas Dhito Sebut Kediri Jadi Penyangga Baru Jawa Timur Kwarcab Kab. Kediri Gelar Lomba Tingkat Pramuka Penggalang LT 3 Tahun 2022 Pesantren Al Ihsan Jampes Kediri Gelar Haul Syech Ihsan bin Syech Dahlan ke 70 Masehi Upaya penurunan AKI dan AKB Melalui Program MPHD Cegah Drop Out, Pemkab Kediri Gelontorkan 20 M Untuk Beasiswa GNOTA Tahun 2022 Terima Manfaat, Awal Tahun Ratusan Warga Ramai Ramai Ajukan Jamkesda JMQH Lahirkan Hafizhah Yang Berkontribusi Membangun Negeri Malam Ambyar Simpang Lima Gumul Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke 77 Peringati Hari Jadi Kabupaten Kediri, Dhito Jadi Pengendali CikarUsai membuka acara Pekan Budaya dan Pariwisata 2019 yang ditandai dengan pemberangkatan Parade Budaya dan Mobil hias kemarin siang, sore ini 8/7, Bupati Kediri dr. Haryanti Sutrisno mengunjungi stand pameran di Kawasan Simpang Lima waktu sudah mulai petang, hanya stand dari desa wisata dan perikanan yang mendapat kunjungan dari beliau. Potensi desa wisata memang menarik untuk diketahui. Di dalamnya terdapat bermacam-macam keunggulan mulai dari wisata, budaya hingga kulinernya."Potensi yang dimiliki oleh setiap desa di Kabupaten Kediri memang sangat lengkap dan beraneka ragam. Setiap tahun selalu kami ikutkan dalam kegiatan Pekan Budaya dan Pariwisata," terang Bupati Kediri."Tujuannya adalah sebagai ajang promosi mengenalkan potensi-potensi desa. Dengan cara ini diharapkan desa dapat termotivasi untuk mengembangkannya sebagai daya tarik wisata,” jelasnya."Jika pengunjung banyak, akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Seperti jajan Pasar Sor Pring Desa Ngadi, Medowo Kandangan, Sumber Podang Joho. Di setiap hari libur pasti banyak pengunjung yang datang," kunjungannya kali ini, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir. Adi Suwignyo, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro drh. Munfarid, MM. Hari semakin sore dan pengunjung yang datang ke pameran semakin bertambah banyak pula, hal ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi. Kominfo/lks,yda,tj,wk
Kediri – Kabupaten Kediri siap menggaet lebih banyak wisatawan tahun ini. Berbagai amunisi disiapkan. Salah satunya lewat Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Budaya dan Pariwisata terdiri dari Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias. Ada juga galeri pameran potensi Kediri hingga pagelaran seni dan kreativitas. Selain lokal, ada juga peserta dari enam daerah di Indonesia. Pekan Budaya dan Pariwisata akan digelar 7-13 Juli 2019.“Jumlah kunjungan wisatawan harus dioptimalkan. Apalagi, momentumnya masih libur sekolah. Untuk itu, kami gelar Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 dimulai pada hari Minggu. Nantinya dipastikan akan ada banyak wisatawan yang berada di Kabupaten Kediri,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Ir. Adi Suwignyo, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 adalah perhelatan ke-15. Konsep yang diusung “Panji Balik Kampung”. Hal ini guna menggaungkan cerita Panji yang sebelumnya dipilih Unesco sebagai Memory of the World MoW. Untuk temanya Nyawiji Hanyengkuyung Kadiri, Hanggayuh Mukti’. Artinya, menyatukan hati, jiwa, cipta, rasa dan karsa dari berbagai elemen untuk menggapai cita-cita Kediri Mulya Sejahtera.“Semua kegiatan akan dikemas semaksimal dan semenarik mungkin serta sangat lengkap. Beragam potensi besar yang dimiliki akan ditampilkan. Untuk itu, silakan datang ke Kediri. Mari nikmati beragam kemeriahan pesta budaya,” ini pasti sangat dinanti oleh masyarakat luas, diawali Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias pada Minggu 7 Juli pukul WIB. Start dimulai dari halaman Kantor Pemkab Kediri dan finish berada di Kawasan Simpang Lima Gumul. Akan dimeriahkan pula oleh Marching Band dari Akademi Perkeretaapian Indonesia API perhelatan Pekan Budaya dan Pariwisata 2019 terbagi dalam 21 zona. Pameran Kepariwisataan, Kebudayaan, dan UMKM akan menampilkan sekitar 228 stand. Ada Desa Wisata dan Industri Kreatif Kepariwisataan, yang berisi seluruh pelaku industri pariwisata Kediri. Zona lain, Pembangunan dan Investasi juga zona Kampung Panji dan Rumah Peradaban, zona ini berisi seluruh hasil karya seni hingga fotografi. Kemudian zona Usaha Mikro dan Perdagangan. Area lainnya berupa zona swasta dan wahana permainan anak. Bagi kawula muda, Streetfood Festival menempati zona ke-10.“Semuanya sudah tertata dengan baik. Hal ini tentunya akan memudahkan wisatawan dalam mencari konten atau kerajinan tangan yang diinginkan. Kami optimistis, event ini akan dibanjiri oleh wisatawan. Dengan melibatkan seluruh instansi terkait, pariwisata di Kabupaten Kediri akan semakin meningkat,” tarik event ini memang dikuatkan dengan Pagelaran Kesenian dan Pentas Kreativitas. Ada delapan kegiatan budaya yang akan ditampilkan. Pagelaran Kesenian menyajikan Drama Tari Panji Asmarantaka, Ludruk, Ketoprak, Jaranan, dan Lomba Menyanyi Campur Sari. Pentas Kreativitas ada Festival Band, Storytelling Cerita Panji, Paduan Suara Pelajar, dan Pemilihan Putra-Putri Batik penghujung acara, sebagai pamungkas adalah digelarnya Tari Kolosal Barong Sewu. Barong sewu ini melibatkan para seniman jaranan khususnya pebarong dari wilayah Kabupaten Kediri hingga luar pulau seperti Bontang yang langganan hadir.“Ayo Sahabat Budaya, luangkan waktu untuk melihat secara langsung Pekan Budaya dan Pariwiaata Kab. Kediri. Manjakan diri, puaskan hati di Kediri Lagi dan nikmati pesona keindahan Kabupaten Kediri,” ajaknya. [adv kominfo/nng]
pekan budaya dan pariwisata kabupaten kediri