PDAMDanum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur melakukan program perawatan WTP Lawe-lawe Penajam Kalimantan Timur. Senin, 18 Juli 2022 Cari KetuaPanitia Pelaksana HUT Perumda Air Minum Kota Makassar ke-98, Arifuddin Hamarung, mengatakan acara ini bertujuan untuk memberikan semangat dan memohon doa agar semua karyawan diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Baca Juga: Perumda Air Minum Kota Makassar Raih Penghargaan IDEAS 2022 Vay Nhanh Fast Money. SAMARINDA – Akses dan ketersediaan air bersih jadi maha penting dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Warga yang disarankan menjaga protokol kesehatan dengan mencuci tangan saat selesai beraktifitas mengalami kendala. Pasalnya, sejumlah wilayah di Samarinda, Kalimantan Timur atau Kaltim mengalami stop aliran air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum Perumdam Tirta Kencana, Samarinda. Hingga Selasa sore 29 Desember 2020 wilayah terdampak berhentinya aliran air bersih ini antara lain Jalan RE Martadinata, Jalan Ceremai, Jalan Pasundan, Jalan KS Tubun Dalam, Jalur Reservoir Segiri dan sekitarnya juga di Jalan Cendana, Jalan Banggeris, Jalan P. Suryanata, area Jalan Juanda BAP, Jalan Antasari, Jalan Tridaya, dan sekitarnya. Berhentinya aliran air ini terjadi sejak Senin siang, 28 Desember 2020 sekitar pukul Hingga Selasa sore, pukul WITA, air PDAM belum juga mengalir di sejumlah kawasan tersebut. Dalam rilis pemberitahuannya, Perumdam Tirta Kencana Samarinda menerangkan bahwa pihaknya tengah melakukan perbaikan gangguan pipa pecah di Jalan RE Martadinata, Samarinda. ”Sehubungan dengan adanya pipa pecah di Jalan RE Martadinata maka jalur dari Pipa ACP IPA Cendana mengalami gangguan wilayah terdampak Jalan RE Martadinata, Jalan Ceremai, Jalan Pasundan, Jalan KS Tubun Dalam, Jalur Reservoir Segiri dan sekitarnya juga di Jalan Cendana, Jalan Banggeris, Jalan P. Suryanata, area Jalan Juanda BAP, Jalan Antasari, Jalan Tridaya, dan sekitarnya. Permohonan maaf atas terganggunya layanan ini petugas tengah lakukan perbaikan diupayakan bisa selesai secepatnya agar aliran distribusi bisa kembali lancar,” demikian rilis tersebut menyampaikan pada Senin siang, 28 Desember 2020, melalui laman Facebook Perumdam Tirta Kencana. Pada Selasa sore 29 Desember 2020, pihak Perumdam Tirta Kencana kembali memberitahuan bahwa pengerjaan pipa belum selesai. Perkiraan pengerjaan perbaikan akan selesai pada Selasa malam. ”Progres perbaikan pipa bocor ACP dn 400 mm di jalan RE Martadinata semoga lancar agar aliran segera lancar kembali. Petugas sedang kosongkan air di dalam pipa agar bisa segera dilakukan pengelasan. Semoga lancar,” demikian rilis Perumdam Tirta Kencana pada Selasa sore. Kondisi aliran air PDAM yang berhenti total di sejumlah wilayah di Samarinda tersebut menuai keluhan warga. Melalui postingan komentar, para netizen menyampaikan keluhan atas pelayanan air bersih Perumdam Tirta Kencana Samarinda yang terhenti tersebut. Ina Kartika menyampaikan, ”Posisi sudah mati baru ada pemberitahuan Ini sudah sering terjadi, sudah dimatiin baru bilang ada pipa bocor terus perbaikan.” * Artikel ini telah tayang di dengan judul Pipa Pecah, 30 Jam Air PDAM Samarinda Mati’ Samarinda - Perumdam Tirta Kencana Samarinda akhirnya melakukan penyesuaian tarif. Kenaikannya sebesar 9 persen dan berlaku sejak 1 April 2022 lalu. Sejak 2016, tarif perusahaan air minum di Samarinda itu sebesar Rp Sementara itu, tarif air yang baru kemungkinan besar berada di angka Rp per meter kubik. Dijelaskan Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyin bahwa tarif air minum di Samarinda terbilang paling kecil dibanding dengan daerah-daerah lainnya di Kaltim. Misalnya saja, rata-rata tarif tertinggi ada di Balikpapan sebesar Rp dan Kutim sebesar Rp Tarif Rp itu sudah dijalankan selama 6 tahun saat penyesuaian tarif resmi dilakukan pada 2016. Penyesuaian tarif tersebut mau tak mau diterapkan oleh pihaknya. Meski ada kenaikan, Wahid menyebut hal itu sudah cukup untuk mengurangi beban biaya produksi. "Walaupun sedikit, tapi cukup mengurangi beban biaya produksi," jelasnya. Biaya operasional memang menjadi alasan dengan adanya penyesuaian tarif. Mengacu pada data 2016, biaya operasional perumdam berada di angka Rp 243 miliar. Namun sejak 2021, justru mengalami kenaikan hingga Rp 304 miliar. Kenaikan biaya operasional juga diakibatkan naiknya tarif listrik, upaya peningkatan pelayanan, pengembangan perumdam sendiri, sampai naiknya pajak. Tak hanya itu, alasan lainnya juga mengacu kepada kenaikan tingkat inflasi, biaya penyusutan yang belum tercover, dan tarif air yang dinilai masih rendah. Meski ada penyesuaian tarif, perumdam masih menyediakan subsidi ke tiap golongan dasar. Total subsidi yang dikucurkan sekitar Rp 6,7 miliar. Kendati demikian, kemampuan masyarakat membayar tarif berdasarkan Produk Domestik Bruto PDRB diperkirakan mencapai Rp per meter kubik. Hal tersebut didasari juga dengan UMK Samarinda tahun 2022 yang mencapai Rp 3,1 juta. "Air tak hanya mengalir, tapi kualitas air juga akan jadi prioritas," bebernya. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah menyebutkan bahwa sebelumnya, Perumdam Tirta Kencana memang sudah ada melakukan rapat dengar pendapat RDP dengan Komisi II. Sebab untuk penyesuaian tarif ini pun telah mendapat persetujuan dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun. "Dari 2016, perumdam belum ada penyesuaian tarif. Jadi menurut kami, argumen yang disampaikan Perumdam Tirta Kencana itu masuk akal. Baru di 2022 ini ada penyesuaian tarif," jelas Laila kepada Perumdam Tirta Kencana juga sempat menyampaikan besarnya biaya operasional. Khususnya untuk listrik. Dengan adanya penyesuaian tarif, maka akan menutup biaya operasional perumdam yang tinggi. "Dari perumdam sendiri, masyarakat dinilai tetap mampu membayar karena naiknya tidak yang terlalu signifikan. Perumdam juga bilang sudah tidak bisa jika tak dinaikkan. Sebab biaya operasional yang amat tinggi," lanjutnya. Laila pun menyampaikan harapannya kepada perumdam agar memberikan sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat. Sebelumnya, Perumdam Tirta Kencana ada memanggil seluruh camat dan lurah se-Samarinda untuk sosialisasi penyesuaian tarif. Termasuk mengundang lembaga pemberdayaan masyarakat LPM untuk ikut diberikan pemahaman. [YMD RWT] Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Related Posts DJP Kaltimtara Serahkan Tersangka yang Gelapkan Pajak Rp 476 Juta ke Kejari Samarinda Pastikan Tak Ada Pungli Saat PPDB, Ini Pesan Tegas dari Disdikbud Kaltim RS Mata Kaltim Terima Operasi Lasik, Banyak Diburu Pendaftar Sekolah Kedinasan dan Warga Sulawesi Rumah Sakit Mata Kaltim Diresmikan, Bisa Operasi Lasik, Biayanya Rp 18 Juta Syarat Khusus PPDB Samarinda Jenjang SMK Tidak Boleh Buta Warna MUGIREJO. Sudah menjadi rahasia umum jika pelayanan PDAM di Kota Samarinda belum merata. Kali ini keluhan datang dari warga Perumahan Artas, Jalan Damanhuri, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang. Sejak dua minggu terakhir, ratusan kepala keluarga KK yang tinggal di perumahan tersebut tidak kebagian air bersih dari PDAM. Akibatnya, warga harus membeli air keliling yang dijual per tendon untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat warga harus mengeluarkan biaya lebih besar operasional rumah tangga sehari-hari. Sekali membeli air tandon, warga harus merogoh kocek hingga Rp 150 ribu untuk 2 tandon air dengan volume liter. Air sebanyak itu hanya bertahan empat hari untuk memenuhi kebutuhan MCK mandi cuci kakus. “Sebenarnya sudah setahun ini kami merasakan air susah mengalir. Namun kondisi terparah kami rasakan dua pekan ini. Karena air sama sekali tidak mengalir,” kata Ida Fitria 58, salah satu warga, kemarin 14/9. Ibu dua anak ini tak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut. Untuk bisa mengatasi hal itu, satu-satunya jalan membeli air tandon keliling. “Semenjak adanya proyek drainase, air PDAM semakin sulit didapat,” ucap Ida. Warga lain yang mengeluhkan kondisi yang sama adalah Aldri. Pria 39 tahun ini mengaku, sudah jenuh dengan kondisi sulitnya mendapatkan air bersih di permukimannya. Seharusnya PDAM bisa tanggap dengan kondisi warga. Sebab selama sepekan ini warga kesulitan air bersih. “Paling tidak ada solusi buat warga,” harap Aldri. Selain Perumahan Artas, kawasan lain yang airnya tidak mengalir adalah permukiman di Jalan Gerilya, Gang Sepakat RT 101. Di wilayah ini air sudah tidak mengalir selama tiga pekan. “Terpaksa beli air. Kalau untuk mendi pakai air sumur, biar irit,” ungkap Kadir. Warga berharap agar pemerintah bisa lebih peka terhadap kondisi warga. Warga saat ini lebih banyak mengurangi intensitas mandi agar air bersih bisa digunakan untuk memasak. Di lain pihak, kedatangan unit tanki relawan membawa air bersih gratis disambut antusias. Satu per satu segala perabotan yang dapat menampung air dikeluarkan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan akan air bersih, unit tangki berisi liter harus 3 kali mondar-mandir mengisi air kembali. “Kami mendapat telpon permintaan air bersih dari warga di sini. Setelah kami koordinasikan dengan Posko 1 Damkar dan PDAM, maka kami mulai menyuplai air ke warga,” kata Supriyadi, relawan PMK Yong Jing. Air yang didistribusikan, menurut Supriyadi bukan air sumur atau air dari hydran. Namun air khusus yang diberikan PDAM. Dikuhusukan untuk suplai ke rumah warga. Sehingga, air tersebut sangat layak untuk memasak. “Kami memang dilarang menggunakan air selain air yang berasal dari PDAM. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa bermanfaat,” terang Supriyadi. Terkait terganggunya suplai air ke rumah warga khsususnya warga Sempaja, Humas PDAM Tirta Mahakam, HM Lukman kembali menegaskan, jika telah terjadi kebocoran Pipa Induk Dn 500 Mm di Simpang empat Jalan P Suryanata, maka aliran dari jalur IPA Bendang 1 dihentikan sementara selama perbaikan. “Beberapa hari ini memang aliran terganggu tidak bisa maksimal. Banyak laporan beberapa wilayah di Samarinda Ulu dan Utara tak mengalir, setelah dievaluasi ternyata ada kebocoran,” kata Lukman. Imbas, adanya perbaikan inI beberapa wilayah aliran terganggu diantaranya teemasuk di lingkungan RT 39, Sempaja Utara tersebut. “Petugas tengah melakukan perbaikan. Diupayakan selesai secepatnya agar aliran bisa kembali normal,” jelasnya. Selain itu, aliran juga terganggu karena di Jalan AW Sjahranie ada kegiatan proyek pendalaman dan pelebaran drainase. Beberapa kali pipa PDAM terkena garuk excavator karena proyek masih berlangsung proses penggalian drainase. “Ya, dijalur Jalan AW Sjahranie juga beberapa kali perbaikan imbas proyek drainase. Lalu kami siagakan petugas memonitor di lokasi proyek agar pipa bisa diminimalisir terkena dampaknya” tutup Lukman. kis/nha Samarinda – Sejumlah warga mengeluhkan layanan distribusi air bersih dari PDAM Tirta itu muncul di medsos. Akun bernama Norma Yunita mengeluhkan keruhnya air dari PDAM. Akibatnya, ia enggan menggunakan air PDAM sebagai jika tidak dikuras seminggu dua kali, air menyebabkan gatal – gatal pada kulit.“Sudah setahun air PDAM tidak layak, apakah ini hanya dirasakan warga jaringan intake Selili,” tanya ia di medsos, Selasa 6/4/2021.Salah satu warga dengan akun facebook Eunike Esa juga ikut mengeluhkan. Menurutnya sejak tiga hari tempat tinggalnya tak mendapat aliran air. Lokasi berada di Jalan Manunggal Mangkupalas.“Bagaimana ini, air ngalir pada waktu tengah malam saja,” kata pula, warga Loa Bakung juga mempertanyakan matinya air sejak tiga hari lalu.“Kenapa di tempat saya air mati, bisa dijelaskan kah pak PDAM,” terang Toni itu, PDAM Samarinda menanggapi keluhan warga dengan berencana menguras bak penampungan tiga Instalasi pengolahan air ipa di itu dijelaskan Humas PDAM Samarinda, HM Lukman saat dikonfirmasi media itu dimulai hari ini, Rabu 7/4/2021 untuk ipa gunung lipan dan Loa Bakung.“Kalau besok besok ipa Gunung Lingai. Pengurasan memakan waktu 6 jam, jadi distribusi air berhenti sementara,” ujar Lukman, Rabu 7/4/2021.Hal itu dilakukan PDAM dalam rangka memberikan kualitas air baku berkualitas jelang bulan itu pembersihan dilakukan bagian dari pemeliharaan rutin empat bulan sekali ipa PDAM agar terjaga kualitas kejernihannya.“Aman, setelah pengurasan, pengisian dan penjernihan kembali normal lagi,” imbuh dia dia, sebelumnya pdam sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengurasan di medsos, koran serta online. Ia pun menjelaskan, tak ada ganti rugi akibat beberapa jam layanan air terhenti lantaran sudah diimbau untuk menampung air.“Tak ada kompensasi karena pembayaran kan berdasarkan penggunaan. Kami juga sudah informasikan kepada warga untuk menampung air sebelumnya,” untuk pelaporan dan gangguan. Masyarakat bisa menghubungi call center di 0541208100 atau wa 081155226/0811553536.“Silahkan sampaikan dengan alamat jelas dan nomor hp untuk petugas ke lokasi,” setiap laporan pertiket. Kalau tidak ada tindakan, tiket tidam bisa di close. Jadi setiap laporan pasti adanya keluhan warga akan keruhnya air PDAM di sekitar Selili. Lukman menyebut air masih bisa digunakan lantaran masih wajar untuk dikonsumsi. Sedangkan jika ada air yang keruh disebutnya air ditarik di daerah bawah karena belum ipa Selili Lukman mengatakan memiliki beban yang berat. Hal itu karena PDAM mengejar kuantitas untuk melayani banyak begitu, Kualitas tersebut ingin diimbangi PDAM. Untuk itu ada rencana pembangunan intake sungai kapih guna lebih memperlancar distribusi air bersih.“Rencana tahun 2022 selesai. diproses utama untuk warga Sambutan,” intake juga bakal dibangun di kahol untuk meningkatkan layanan kualitas dan kuantitas warga se Samarinda Seberang. * Left Sidebar Tabs Widget Popular Recent Comments Breaking News Download Asus ZenFone Max Pro M1 Flash File Stock ROM or Firmware MXIII Plus Android TV Box Firmwares Oppo F1S A1601 Flash File Without Password Free Xiaomi Poco X3 Pro Price in Bangladesh 2023, Full Specifications Xiaomi Redmi 6 cereus Mediatek MT6762 Firmware for FlashTool Fastboot tgz Right Sidebar

pdam samarinda mati hari ini